Posted by: taufiksabirin | November 27, 2009

BAHAN AJAR SK 5 PAI KLS XI SMTR GANJIL

BAHAN AJAR SK 4

 

Mata Pelajaran                           : Pendidikan Agama Islam

Kelas/ Program/Semester        : XI/ IPA / Dua

Tahun Ajaran                              : 2007-2008

Standar Kopetensi                     : Berperilaku terpuji.

Waktu                                          : 4 x 45 menit ( dua kali pertemuan )

KKM KD                                      :  87, 80 dan 60.

 

Kopetensi Dasar

4.1. Menjelaskan pengertian perilaku Tobat dan Raja’

4.2. Menampilkan contoh perilaku tobat dan raja’.

4.3. Membiasakan berperilaku Tobat dan raja’dalam kehidupan sehari-hari.

 

Indikator

4.1.1. Mendiskrepsikan pengertian perilaku terpuji.

4.1.2. Mengidentifikasi perilku tobat dan raja’

4.2.1. Mengidentifikasi ciri-ciri orang yang berperilaku tobat..

4.2.2. Mengidentifikasi orang yang berperilaku raja’.

4.2.3. Mencontohkan perilaku baik terutama tobat dan raja’

4.3.1. Menganalisis upaya yang dapat dilakukan untuk membiasakan diri    berperilaku tobat terpuji.

4.3.2. Membiasakan diri untuk berperilaku tobat dan raja’.

 

PERTEMUAN PERTAMA

Materi Pembelajaran

 

Manusia diciptakan oleh Allah dilengkapi dengan pikiran, perasaan dan nafsu, ketiga unsur inilah yang mengendalikan kehidupan manusia. Agar ia berada dalam koridor yang diredhai oleh Allah, Allah menurunkan wahyu untuk menuntunnya kejalan yang benar. Ketiga-tiganya melekat secara utuh dalam diri makhluk Allah yang bernama manusia tersebut.  Ketiga dimensi itu selalu berperang dan saling mengalahkan, disaat logika menang maka manusia akan bertindak logis, diasat rasa yang menang maka manusia akan bertidak sentimental dan apa bila nafsu yang menang maka manusia sering bertindak brutal.

Banyak orang yang melupakan tuntunan wahyu dan menuruti kemauan hawanafsunya, dengan tanpa ragu-ragu ia perturutkan kemauan hawanafsunya, sehingga ia tidak malu dan ragu-ragu melakukan kejahatan dan kezaliman. Mereka tidak takut kepada Allah dan semena-mena kepada sesama, serta tidak memikirkan akibat dari perbuatan yang telah dan akan ia lakukan. Orang yang memperturutkan hawa nafsunya sangat dimurkai oleh Allah. Nafsu mengandung ketertarikan syahwat untuk mencari kelezatan sesaat.

Nafsu juga sangat dibutuhkan dalam kehidupan untuk memberikan motivasi dan durongan positif juna kemajuan umat manusia. Nafsu yang dibutuhkan itu disebut Nafsu Mutma’innah yakni nafsu yang tenang dan tenteram sera dapat dikendalikan oleh akal yang sehat berdasarkan tuntunan Wahyu Alllah. Nafsu yang selalu menjerumuskan manusia kejalan yang sesat adalah Nafsu Amarah dan Nafsu Lawamah.

Allah berfirman dalam surat Yusuf ayat 53 sebagai berikut :

 

 

Artinya :

Aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu menyuruh kepada kejahatan, Kecusali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku, Sesungguhnya Tuhanku maha pengampun lagi maha penyayang.

 

Apabila seseorang terlanjur berbuat salah melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh wahyu, maka ajaran agama memberikan solusi dengan melakukan ibadah tobat atau kembali kejalan yang benar. Apabila kesalahan tersebut berkaitan dengan manusia lain maka prosedurnya mengharuskan kita minta maaf terlebih dahulu kepada orang tempat kita berbuat salah tersebut, baru kemudian bertobat kepada Allah

 

Secara naluriah kenusiaan setiap orang butuh akan kesenangan dan kenikmatan keduniaan, dan itupun tidak dilarang oleh agama kita. Dari 5 ibadah pokok yang menjadi Rukun Islam hanya syahadat yang tidak membutuhkan biaya. Untuk itu Allah telah menyediakan alam semesta ini sebagai sumber rezki bagi umat manusia.  Untuk mengelola dan mendaya gunakan alam semesta ini sebagai sumber rezki bagi umat manusia Allah menurunkan wahyu sebagai penuntun.

Nafsu yang tidak terkendali menyebabkan manusia lupa pada tuntunan wahyu, sehingga manusia melakukan apa saja untuk mendapatkan kesenangan dan kenikmatan tersebut. Reski yang diperoleh dengan tanpa keredhaan Allah swt. cendrung melahirkan kesengsaraan dan malapetaka bagi manusia yang memperolehnya. Untuk itu agama kita menganjurkan agar setiap muslim memiliki Sifat Raja’ atau berharap akan keredhaan Allah atas segala rezki, kurnia dan nikmat yang diperolehnya.

 

 

  1. A. Perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari

Banyak sekali perilaku terpuji yang yang dapat dilakukan oleh seseorang dalam kehidupannya sehari-hari, baik sebagai anggota keluarga, sebagai anggota masyarakat, sebagai warga negara dan terutama sebagai seorang mukmin.. Diantaranya yang kita bahas dalam tatap muka ini adalah:

 

  1. Berperilaku Raj’a. Raj’a berasal dari bahasa Arab                 artnya harapan.  Kata raja’ di sini, digunakan dalam pengertian sikap menaruh harapan akan keredaan Allah atas rezki, rahmat serta kurunia yang diperoleh seseorang dalam ia menjalankan kehidupannya sehari-hari . Setiap rezki dan keberhasilan yang diperoleh dengan tanpa disertai keredaan Allah, karena kesalahan niat serta proses melakukannya, dan atau merlanggar ketentuan yang telah ditetapkan Allah tidak akan memberi berkah dan bahkan cendrung menimbulkan kesengsaraan.

 

  1. Berperilaku Tobat. Tobat artinya kembali. Maksudnya apa kita terlanjur melakukan suatu kesalahan dalam bentuk berbuat maksiat atau melanggar ketentuan Allah  disadari bahwa perbuatan itu salah atau melanggar ketentuan Allah lantas kita kembali kepada jalan yang diredhai oleh Allah maka itulah yang dinamakan dengan tobat. Ahli sunnah wal jamaah menyatakan bahwa syarat  tobat yang sah itu ada tiga macam yakni :

a. Menyesali perbuatan maksiat yang telah dilakukan.

b. Menjauhi perbuatan maksiat yang telah dilakukan tersebut.

c.  Bertekat tidak akan mengulangi lagi perbuatan maksiat tersebut.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam Qs. Al Baqarah : 222, An Nur: 31, Ali Imran : 90, An Nisa’ : 110, Al Maidah 34, dan At Tahrim : 8.

 

  1. Berperilaku Optimis. Optimis artinya penya pengharapan / pandangan baik dalam menghadapi segala sesuatu atau persoalan. Seorang muslim memiliki sifat optimis dalam kegiatan perekonomian artinya, ia percaya bahwa Allah itu rahman dan rahim, rahmat Allah itu akan diberikan Nya kepada siapa yang disukai Allah. Seseorang akan memperoleh rezki dari Allah sesuai dengan kadar usahanya.  Seorang muslim wajib optimis dalam mencari rezki dalam kehidupan dan berharap akan memperoleh rahmat dan kurnia dari Allah. Dalam al Quran surat Al Insyirah ayat 7 & 8 dijelaskan sebagai berikut :

 

 

 

Artinya :

 

Maka apabila kamu telah selesai ( dari sesuatu urusan ), kerjakan dengan sungguh-sungguh ( urusan ) yang lain . Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.  ( Q.S Al Ansyirah : 7 & 8 ) .

 

  1. Bersikap Dinamis. Dinamis artinya selalu berpikiran maju,  selalu ingin terus berbuat lebih baik dari yang telah diraih. Dalam sebuah ungkapan hikmah disebutkan sebagi berikut :

 

 

 

 

Artinya :

 

Barang siapa yang hari ininya sama seperti hari  kemaren maka ia   adalah orang yang merugi, barang siapa yang hari ininya lebih buruk dari hari kemaren dia adalah orang terkutuk, dan barang siapa yang hari ininya ebih baik dari hari kemaren maka dialah orang yang beruntung.

 

  1. Bersikap kreaktif. Kreaktif artinya selalu memiliki ide-ide baru dalam memecahkan persoalan yang sedang dihadapi. Alam ini sangat luas di dalamnya terkandung rahmat dan kurnia Allah untuk manusia, barang siapa yang memiliki ide-ide baru untuk mengolahnya maka ia akan memperoleh rezki yang berlimpah dari rahmat dan kurnia Allah tersebut

 

Kegiatan dan Tugas Dalam Proses.

  1. Mendengarkan informasi dari guru tentang perilaku terpuji, kemudian menarik kesimpulan sendiri.
  2. Membahas bahan ajar yang telah disediakan dengan teman sebangku dan mempertanyakan hal-hal yang dirasa perlu .
  3. Membahas hal-hal yang dipertanyakan dengan guru dan menarik kesimpulan.

 

PERTEMUAN KEDUA

  1. B. Membiasakan diri berperilaku terpuji.

Kebiasaan tidak bisa tumbuh dengan sendirinya, ia harus dilatih dan dikembangkan. Kebiasaan adalah merupakan titik singgung ( perpaduan dari ) pengetahuan dan keterampilan, sikap, serta keyakinan yang dimiliki . Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut :

 

 

 

Pengetahuan & keterampilan

Sikap

 

Kebiasaan

 

Keyakinan beragama

Stephen R. Covey dalam bukunya yang berjudul The 8 th Habit menjelaskan tentang kebiasaan sebagai berikut :

Saya selalu mendampingi Anda. Saya adalah pembantu Anda yang paling rajin, atau beban Anda yang paling berat. Saya akan mendorong Anda maju, atau menarik Anda jatuh kedalam kegagalan. Saya sepenuhnya berada dalam kendali Anda. Setengah dari apa yang Anda lakukan mungkin akan Anda serahkan kepada saya, dan saya akan dapat melakukannya dengan cepat, tepat. Saya mudah dikelola, Anda hanya perlu tegas terhadap saya. Tunjukkan bagaimana tepatnya Anda ingin agar sesuatu dikerjakan, dan setelah beberapa pelajaran saya akan melakukannya secara otomatis. Saya adalah pelayan bagi semua orang hebat, dan apa boleh buat, juga bagi orang-orang yang gagal. Mereka yang gagal saya yang membuat mereka gagal. Saya bukan mesin, sekalipun saya bekerja dengan preposisi dari sebuah mesin, ditambah kecerdasan manusia. Anda mau mendayagunakan saya dan mendapatkan keuntungan, atau memanfaatkan saya untuk kehancuran, hal itu tak ada bedanya bagi saya. Ambil saya, latih saya, tegas terhadap saya, dan saya akan letakkan dunia dibawah kaki Anda. Anggap enteng saya, saya akan hancurkan Anda.

 

Siapa saya  ?    Saya adalah kebiasaan

 

 

 

 

 

 

  1. C. Perilaku tercela dalam kegiatan perekonomian.

Menjadikan perilaku baik menjadi sebuah kebiasaan dalam kehidupan membutuhkan latihan dan kerja keras setiap pribadi muslim. Apabila ia sudah menjadi kebiasaan dalam keseharian maka ia akan terlaksana secara otomatis dan tumbuh menjadi karakter atau kepribadian muslim tersebut. Sebagai mana dinyatakan di atas perilaku seseorang akan dibentuk dan diwarnai oleh ilmu dan keterampilan, sikap serta keyakinan yang dianutnya. Hal inilah yang disebut kecerdasa intelegensi/pikir, kecerdasar emosional/jiwa serta kecerdasan spiritual/agama.

  1. D. Perilaku tercela dalam kegiatan perekonomian.

Perilaku tercela adalah semua perilaku yang bertentangan dengan ketentuan syara’, undang-undang dan peratuaran yang berlaku, serta adat dan kebiasaan yang telah melembaga dalam masyarakat. Perilaku tercela ini akan memberikan dampak buruk bagi sipelakunya dan orang lain yang terkait dengan perilaku tersebut. Perilaku tercela yang akan kita bahas dalam tatap muka ini adalah sebagai berikut :

 

  1. Perilaku Ujub. Ujub artinya bermegah-megah atau berbangga diri dengan apa yang dimilikinya. Orang yang bersifat ujub berpendapat  bahwa apa yang ia miliki adalah hasil jerih panyahnya semata,  tampa ada bantuan dari orang lain dan bukan karena rahmat ( rahman dan rahimnya) Allah. Orang ujub merasa dirinya selalu benar, tidak pernah salah dan keliru, tidak ada orang yang lebih dari dia, sehingga ia tidak mau menerima saran dan kritik dari orang lain . Penjelasan Allah dalam al Quran surat At Taubah ayat 55 menjelaskan :

 

 

Artinya :

 

Dan janganlah harta benda serta anak-anak yang kamu miliki menarik

kamu menjadi bersikap ujub. Alah akan mengazab mereka didunia dengan harta dan anak – anak mereka, dan mereka akan meninggal dalam keadaankafir . ( Q.S. At Taubah : 55 ) Orang yang berperilku ujub biasanya akan lupa diri sehingga semua usaha yang telah dirintisnya dengan susah payah akan hancur berantakan.

  1. Perilaku takabur. Takabur dapat disepadankan dengan sombong, orang yang memiliki perilaku takabur selalu menganggap enteng segala sesuatu sehingga sikap kehati-hatian terabaikan. Orang takabur menganggap rendah orang lain sehingga ia tidak mau menerima saran dan kritik dari orang lain. Penjelasa Allah dalam al Quran surat An Nahl ayat  23  sebagai berikut :

 

Artinya :

Tidak diragukan lagi, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang takabur ( Q.S An Nahal, 16: 23 )

  1. Perilaku biasa bersumpah palsu.  Sumpah palsu yaitu seorang  bersumpah tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Misalnya pedagang  bersumpah bahwa barang dagangannya adalah kuwalitas eksport, barang alsi, tetapi sebenarnya barang itu adalah barang tiruan yang berkualitas rendah. Perilaku yang seperti ini disamping telah bersumpah palsu ia juga telah tidak jujur, menipu orang lain, menipu diri sendiri, dan memakan riba.

 

  1. E. Menghidari perilaku tercela.

Seseorang yang melakukan perilaku tercela cepat atau lambat akan memberikan dampak buruk pada dirinya, ia akan menerima akibat dari ulah dan perilaku tercela yang ia lakukan. Ia akan menerima azab dari Allah, sebagai hukuman dari perilakunya tersebut. Akibat dari perilaku tercela yang dilakukan seseorang, bisa diterimanya  di dunia, dan yang pasti diakhirat kelak azab neraka telah menunggunya. Perilaku buruk seseorang juga akan menjadi musibah yang menyengsarakan orang lain yang berada sekitarnya, dan atau yang lakukan komunikasi dengan nya. Hal ini tentu akan menyebabkan orang lain menjauhi dan memusuhinya.

Seorang mukmin harus menjauhi semua perilaku tercela. Hal ini dapat dilakukan  dengan menambah pengetahuan dan keterampilan, memperbaiki sikap dengan melatih kematangan emosional, serta mempertebal iman dan memperbaru-barui iman itu sendiri. Keimanan seseorang memiliki fluktuasi, adakalanya kuat dan tiba-tiba bisa menipis, akibat pengaruh lingkungan serta beban kehidupan. Sebagai mana dinyatakan di atas bahwa perilaku dan kebiasaan seseorang terbentuk dari titik singgung antara pengetahuan, sikap dan keyakinan.

Keyakinan, bahwa Allah maha melihat, tidak satupun yang luput dari pengamatan Allah baik yang nyata ataupun yang tersembunyi akan mampu menghindarkan seseorang untuk melakukan perilaku tercela. Untuk memelihara agar keyakinan itu tetap tumbuh subur dalam hati, hendaklah selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak zikir, shalat dan berdoa serta ibadah lainnya.

 

Ps. Usang,  juli    2009

Guru Mata Pelajaran

 

 

Drs. Taufik Sabirin, M.Pd.

Nip. 131 853 131.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: