Posted by: taufiksabirin | January 30, 2009

PENGEMBANGAN STANDAR ISI


PENGEMBANGAN STANDAR ISI

http://taufiksabirin.wordpress.com

Drs. Taufik Sabirin, M.Pd

Guru SMA N 1 Batang Anai Kab. Padang Pariaman

SUMATERA BARAT

 

I. PENDAHULUAN.

A.Rasionalisi.                                               

                         Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan seseorang sebagai manusia seutuhnya, sebagai sumber daya, dan sebagai anggota masyarakat. Selain itu, pendidikan juga mempunyai konotasi sebagai barang konsumsi dan sekaligus barang investasi. Baik sebagai barang konsumsi maupun  sebagai barang investasi, pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan strategis dan lingkungan global, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.

                         Pengguliran reformasi dalam tatanan baru sistem perpolitikan di Indonesia, melahirkan Undang-Undang No. 22/1999 tentang Otonomi Daerah. Menganulir konsep sentralisasi, yang telah gagal menanamkan fondasi yang kokoh dalam membangun bangsa Indonesia. Undang-undang ini kemudian diikuti oleh Undang-undang No.25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah. Dalam dunia pendidikan melahirkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.

                         Terkait dengan digulirkannya konsep otonomi daerah, maka dalam dunia pendidikan digelindingkan konsep  Managemen Berbasiskan Sekolah (MBS) dan kemudian diikuti oleh Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Konsep ini bertujuan untuk memandirikan dan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan yang lebih luas (otonomi) kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. Karena heterogenitas dan keberagaman dari semua dimensi, wilayah Indonesia yang sangat luas dengan ribuan pulau, suku, bahasa, dan kultur, apalagi kebutuhan kehidupan, tidak  mungkin untuk dilakukan penyeragaman.

                     Dalam mengoperasionalkan Peraturan pemerintah Nomor 19 tahun 2005 Pemerintah melaui Mentri Pendidikan Nasional mengeluarkan Peraturan Mendiknas Nomor 22, 23 dan 24 tahun 2006 tentang Standar Isi, SKL dan pelaksanaan permen 22 dan 23, untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam Peraturan Mendiknas di atas bahwa kurikulum ini bernama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) yang dikembangkan oleh sekolah  berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi yang didalamnya terdapat Standar Kompetensi ( SK ) dan Kompetensi Dasar ( KD ).

                     Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan guru diberikan ruang yang sangat luas untuk menggunakan kompetensinya dalam berkreasi merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang menjadi bebantugasnya. Ruang yang luas ini yang datang secara tiba-tiba, setelah dikekang dan didikte selama puluhan tahun   melahirkan kegamangan pada diri guru. Dalam kegamangan inilah peran pengawas sekolah menjadi sangat signifikan agar guru jangan salah arah dan salah kaprah.

                     Untuk dapat memberikan pembinaan dan bimbingan pengawas sekolah tentu harus minimal selangkah sebih maju dari guru, agar proses pembinaan dan pembimbingan memiliki makna dan punya nilai tambah. Sehingga peningkatan mutu yang menjadi angan dan asa semua kita dapat diujudkan dalam realitas kekinian di lembaga pendidikan kita.

selengkapnya download disini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: