Posted by: taufiksabirin | February 18, 2009

MERUMUSKAN INDIKATOR PEMBELAJARAN

MERUMUSKAN INDIKATOR PEMBELAJARAN

Oleh ; Drs. Taufik Sabirin, M.Pd.
Guru SMA N 1` Batang Anai Kab. Padang Pariaman
Sumatera Barat

A. Pendahuluan

Untuk memenuhi tuntutan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pemerintah melalui Departemen Pendidikan Nasional Mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan sekaligus menggulirkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ). Pada kurikulum ini guru diberikan kepercayaan dan peluang lebih besar untuk mengembangkan kreaktifitasnya dalam mengelola tugas dan fungsinya sebagai penanggung jawab pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah.
Kepercayaan ini terlihat pada Permen Diknas No 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. Pemerintah pusat hanya menetapkan Standar Kompetensi ( SK ) dan Kompetensi Dasar ( KD ), serta Standar Kelulusan pada Permen Diknas No. 23 tahun 2006. Sedangkan materi pembelajaran yang merupakan alat angkut bagi peserta didik untuk dapat menguasai kompetensi yang telah ditetapkan, diberikan kepercayaan sepenuhnya kepada guru, untuk memilih, menetapkan dan merumuskannya, demikian juga dengan penetapan dan perumusan indicator pencapaian kompetensi yang harus dikuasai peserta didik.
Guru selama puluhan tahun mulai dari kurikulum l964 sampai dengan kurikulum 1994 yang diberlakukan sampai tahun 2004 selalu didikte dan dipasung kreaktifitasnya dengan petunjuk pelaksanaan (JUKLAK) dan petunjuk teknis ( JUKNIS ) untuk setiap kegiatan professional keguruan. Keterbiasaan itu menyebabkan para guru menjadi gamang dan kurang percaya diri dengan kepercayaan dan peluang yang begitu besar.
Pilihan materi pembelajaran dan kualitas rumusan indicator memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kuantitas dan kualitas ketercapaian kompetensi. Indikator merupakan penjabaran dari Kompetensi Dasar (KD), yang berfungsi sebagai alat ukur dari ketercapaian kompetensi, artinya apabila peserta didik telah menguasai semua indicator berarti peserta didik tersebut telah menguasai kompetensi. Indicator yang dirumuskan juga merupakan indicator soal sebagai salah satu instrument pengukuran dalam system penilaian pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Perumusan indicator mengacu pada amanat yang terdapat pada setiap Kompetensi Dasar (KD). Apabila pada KD terdapat 2 atau 3 amanat maka indicator minimal untuk KD tersebut 2 atau 3 buah. Apabila amat yang terdapat dalam KD tersebut tidak dapat dicapai dalam satu langkah maka perlu dirumuskan indicator perantara atau indicator penunjang. Kemudian tidak tertutup pula kemungkinan perumusan indicator perluasan sebagai bahan pengayaan bagi peserta didik terutama untuk Sekolah Berstandar Internasional (SBI), karena menurut ketentuan BSNP sekolah SBI tingkat ketuntasannya harus diatas 100 % Standar Nasional Pendidikan (SNP).

B. MERUMUSKAN INDIKATOR

Rumusan indicator yang baik itu harus memenuhi beberapa persyaratan antaralain adalah :

1. Dirumuskan dalam kalimat yang simpel, jelas dan mudah dipahami.
2. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
3. Tidak menggunakan kata yang bermakna ganda
4. Hanya mengandung satu tindakan.
5. Menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur.
6. Mengunakan KKO yang lebih rendah tingkatnya dan atau sama dengan KKO yang terdapat pada KD.
7. Jumlah indicator minimal untuk satu KD sama dengan jumlah amanat yang terdapat pada KD tersebut.
8. Dalam satu KD harus ada indicator yang mengacu sekurangnya pada 2 dari 3 aspek kompetensi ( cognitive, affektif dan psychomotor )

Dalam merumuskan indicator pembelajaran langkah kerja yang harus ditempuh seorang guru adalah :

a. Menganalisis Standar Kompetensi. Apabila KD yang tersedia pada Standar Kompetensi tersebut belum mampu mengakomodir seluruh amanat yang terdapat pada Standar Kompetensi, guru harus merunambah rumusan KD hingga semua amanat dalam Standar Kompetensi dapat diakomodir.
b. Menganalisis Kompetensi Dasar. Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam menganalisis KD, antara lain dalah : 1). Kata Kerja Operasi (KKO) yang digunakan. KKO yang digunakan berada pada ranah cognitive, ingatan (C1), pemahaman (C2), aplikasi (C3), anaslisis (C4), sintesis (C5) atau evaliatif (C6). Hal ini diperlukan karena KKO pada indicator tidak boleh lebih tinggi dari KKO pada KD, paling tinggi hanya sama. Karena indicator fungsinya dalah menjabarkan KD. 2). Menggaris bawahi amanat yang terdapat dalam KD. Hal ini diperlukan karena indicator dirumuskan berdasarkan amanat yang terdapat dalam KD tersebut. 3). Menganalisis amanat yang telah digaris bawahi. Hal ini diperlukan karena apabila amanat tersebut tidak dapat dicapai dalam satu langkah perlu dirumuskan indicator perantara atau indicator penunjang.
c. Menganalisis materi pembelajaran. Hal ini diperlukan karena dalam memilih dan menetapkan materi ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan, 1). Kontektual, artinya materi tersebut harus punya korelasi dengan keseharian peserta didik. 2). Visi dan misi sekolah, artinya bahwa materi yang ditetapkan memiliki titik singgung dengan visi sekolah. 3). Perluasan dan pengembangan materi. Ketiga aspek ini tentu memerlukan evaluasi untuk itu perlu dirumuskan indakator yang berkaitan dengan masalah tersebut.
d. Merumuskan indicator dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, simple jelas dan mudah dipahami.

C. PENUTUP.

Untuk mengetahui ketercapaian indicator perlu dilakukan pengukuran melalui ujian, maka untuk setiap indicator membutuhkan satu soal atau lebih. Indicator utama atau indicator yang berhubungan lansung dengan amanat KD wajib diuji sedangkan indicator penunjang atau indicator perantara boleh diuji boleh tidak, termasuk juga indicator perluasan dan indicator yang berhubungan dengan visi sekolah. Khusus untuk sekolah SBI indicator perluasan diperlakukan sama dengan indicator utama.

Padang, …Februari 2009.
Drs. Taufik Sabirin, M.Pd.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: